Ilustrasi
Hari itu para mahasiswa disuruh membuat pertanyaan
minimal satu pertanyaan yang akan diajukan kepada pak marsigit. Pertanyaan tersebut
ditulis dalam suatu kertas kemudian dikumpulkan dan di baca satu persatu oleh
pak marsigit.
Mahasiswa
Bagaimana menurut Bapak tentang pernikahan yang beda
agama?
Pak
Marsigit
Oke ini adalah pertanyaan dari sdri Ni Kadek yang
bagus ya. Saya tidak akan menjawab langsung pertanyaan tersebut akan tetapi
disini saya sudah mengalami asam garam pahit manisnya dunia jadi sedikit banyak
pengalam saya lebih dari kalian. Baik di desa tempat Saya tinggal ada sepasang
suami istri yang agamanya berbeda. Sang suami beragama islam tetapi sang istri
beraga Kristen. Selama ini sebagai tetangga mengetahui hubungan mereka baik
baik saja harmonis seperti pasangan suami istri yang lain juga, akan tetapi
ituterlihat diluarnya saja. Pernah tersirat dalam pikiran saya tentang mreka,
apakah mreka bahagia dan harmonis dalam menjalankan hubungan yang seperti
ini??? Pasangan suami istri yang berbeda agama ini tampak begitu harmonis
walopun dalam urusan spiritual mreka masih sendiri sendiri, seperti halnya sang
suami masih sering ke masjid begitu juga sang istri yang masih dengan
rutinitasnya ke gereja dengan diantar sang suami.
Berbeda dengan saya yang seagama dalam menjalin
hubungan suami istri, segala hal akan tampak harmonis baik dalam dunia agama
maupun yang lain. Jadi segala sesuatu dapat dirundingkan bersama sama apalagi
dalam urusan agama tidak lagi sendiri sendiri tetapi bersama sama menggapai
keridhoan Sang Kuasa.
Kesimpulan
Walaupun perniakahan beda agama kadang terlihat
tidak ada masalah (harmonis) akan tetapi alangkah lebih baiknya apabila pernikahan
itu terjadi oleh dua manusia yang sama agamanya, karena akan lebih mudah dalam
mengkomunikasikan segala masalah apalagi masalah agama yang tingkatannya ada di
paling atas dalam tingkatan ilmu manusia. Jadi Allah akan lebih meridhoi apa
yang kita perbuat, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.
Demikianlah refleksi
yang dapat saya ambil dari pembelajaran filsafat ilmu oleh Bpk. Marsigit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar